1 Jan 2015

Menjadi Seorang Penulis #1Day1Dream

Jujur aja, perpindahan tahun 2013 ke 2014 tahun lalu, gue sama sekali nggak punya resolusi apa-apa. Bahkan gue nggak punya tujuan akan gue apakan hidup gue. Dengan santainya mengira hidup gue akan terus enak tanpa hambatan. Dan merasa nggak perlu menyiapkan apa-apa untuk tahun 2014. But, i’m wrong. Gue jatuh di tahun 2014. Merangkak di tengah orang yang berlarian. Bahkan mimpi gue untuk jadi penulis hampir terhapus di benak gue karena terlalu larut dalam kenikmatan sementara.

Di pertengahan tahun 2014 gue harus menerima nasib gue untuk keluar dari kerjaan karena kontrak kerja gue yang nggak diperpanjang. Gue nggak punya persiapan apa-apa saat itu. Sehingga, selama empat bulan gue jadi sampah masyarakat. Pengangguran, cuuuyyy.... Selama jadi pengangguran itu gue merenung, apa sih mimpi gue? Kenapa gue jadi luntang-lantung seperti orang yang nggak punya mimpi dan cita-cita.

16 Des 2014

Teman-Teman Kerja Gue yang Hebat

Di post sebelumnya gue janji untuk menceritakan tentang temen kerja gue yang baru. Oke, gue bakal kenalin ke kalian.

1.       Mba Diat

Awal gue ketemu dia saat gue mau ngelamar kerja di sana. Mukanya judes. Nggak ada senyumnya sama sekali. Gue agak ragu untuk sekedar negur dan bilang “mba saya mau taruh lamaran di sini”. Hahaha. Tapi, sekalinya mba Diat senyum, Keliatan manis banget. Sumpah ._. gue nggak bohong.

21 Nov 2014

Perantauan

Gue lahir sebagai anak turunan suku Betawi. Betawi asli. Hal itu membuat gue nggak pernah punya kesempatan untuk merantau ke tempat lain. Dari orok sampai segede gini gue stay di Jakarta. Keluar kota seumur-umur baru ke Bandung doang. Nggak pernah ke tempat lain. Miris. Gue jadi nggak tau gimana udara di luar Jakarta atau Bandung. Nggak tau gimana pemandangan hamparan sawah yang luas. Nggak pernah tau rasanya “pulang kampung”. Di siniiii.... sini aja -_-

7 Nov 2014

Project tulisan gue yang amberegul baharelwey baharelwey...

Beberapa hari yang lalu, gue memutuskan untuk kembali aktif bermain kaskus setelah gue mengalami trauma berkepanjangan.

Trauma berkepanjangan? Trauma kenapa?

3 Nov 2014

Pengalaman pertama ngamen

Dari dulu gue pengen banget ngerasain ngamen di bis bis. Dulu, waktu masih sekolah, hal itu hampir terlaksana. Tapi gagal karena temen gue yang gue mintain tolong buat nemenin ngamen, kasian sama gue. Katanya “suara lo ntar nggak kuat far ngamen di bis”. Padahal gue waktu itu udah di tempat temen gue biasa nunggu bis buat ngamen. Alhasil, kita jadi cuma ngobrol-ngobrol doang. Nggak ngamen -____-“

FYI, gue berteman sama siapa aja. Nggak pandang dia cakep atau jelek, dia kaya atau miskin, dia profesinya apa. Pokoknya nggak mandang. Tapi, gue tetep jaga diri supaya nggak keikut hal negatif dari mereka. Ambil positifnya aja. Dan alhamdulillahnya, karena gue berjilbab justru mereka lah yang menjaga jangan sampai gue ikut ikutan hal buruk yang mereka lakukan. Alhamdulillah ^_^
© Coretan Kecil Seorang Jilbaber 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis