7 Nov 2014

Project tulisan gue yang amberegul baharelwey baharelwey...

Beberapa hari yang lalu, gue memutuskan untuk kembali aktif bermain kaskus setelah gue mengalami trauma berkepanjangan.

Trauma berkepanjangan? Trauma kenapa?

3 Nov 2014

Pengalaman pertama ngamen

Dari dulu gue pengen banget ngerasain ngamen di bis bis. Dulu, waktu masih sekolah, hal itu hampir terlaksana. Tapi gagal karena temen gue yang gue mintain tolong buat nemenin ngamen, kasian sama gue. Katanya “suara lo ntar nggak kuat far ngamen di bis”. Padahal gue waktu itu udah di tempat temen gue biasa nunggu bis buat ngamen. Alhasil, kita jadi cuma ngobrol-ngobrol doang. Nggak ngamen -____-“

FYI, gue berteman sama siapa aja. Nggak pandang dia cakep atau jelek, dia kaya atau miskin, dia profesinya apa. Pokoknya nggak mandang. Tapi, gue tetep jaga diri supaya nggak keikut hal negatif dari mereka. Ambil positifnya aja. Dan alhamdulillahnya, karena gue berjilbab justru mereka lah yang menjaga jangan sampai gue ikut ikutan hal buruk yang mereka lakukan. Alhamdulillah ^_^

27 Okt 2014

Life is a choice, dud

Hidup adalah sebuah pilihan, bukan? Ya, bahkan hal terkecil pun harus kita pilih. Seperti, apakah akan mandi hari ini atau tidak? Apakah yang akan kita makan siang ini? Apakah akan minum air dingin atau air hangat? Dan lain sebagainya.

24 Okt 2014

Saya hanya Ingin Berpendapat, Bolehkah?

Semalam, ketika gue sedang mengetik panjang lebar di kolom chat, adik gue nyeletuk “ya Allah, dia lagi. Masih aja lo ladenin, ka. Orang modus kaya dia. Ckckck.” Tiba-tiba, hati gue berdesir mendengar kalimat itu. Walau hanya celetukan, tapi begitu kena di hati. Nggak sekali dua kali gue mendapat kalimat seakan gue orang yang “bodoh” karena meladenin setiap komen atau chat yang hadir di facebook.

“Dih, lo ngapain si ngeladenin orang alay kaya gitu.”

“Ya ampun Farah, nggak usah diladenin cowok jelek kaya gitu. Liat deh, giginya maju gitu.”

“Kaya cewek murahan lo, ngeladenin cowok sana-sini.”

21 Okt 2014

When i see the world

Ketika lo berkomunikasi dengan orang banyak, ketika lo berkumpul di tengah-tengah orang yang sebelumnya nggak lo kenal, ketika lo melangkahkan kaki lo ke dunia luar, lo akan melihat bahwa lo hanya seujung kuku semut (semut punya kuku nggak ya? *mikirkeras). Lo nggak akan bisa sombong lagi, atau bahkan mengaku yang paling pintar, yang paling banyak tahu, dan paling memiliki banyak kemampuan.

© Coretan Kecil Seorang Jilbaber 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis